MANFAAT SERAT MAKANAN UNTUK KESEHATAN

Serat Makanan

Serat makanan merupakan salah satu komponen diet yang penting. Berbeda dengan komponen lainnya, serat makanan, atau disebut juga dietary fiber, tidak dapat dicerna oleh tubuh. Namun sifat inilah yang memberikan manfaat penting bagi tubuh.

Banyak yang tidak menyadari manfaat penting serat makanan ini. Seperti yang terjadi pagi ini.

“Ayah, perutku kok rasanya tidak enak. Sudah 2 hari ini sulit BAB”, kata istriku.

Mendengar keluhan istriku, sebenarnya saya tidak begitu heran. Sebab menengok pola makan yang dilaukannya selama ini. Istriku tidak suka sayuran. Buah-buahan juga jarang terdapat dalam dietnya. Ini jelas kekurangan serat. Lalu apa sih peranan serat makanan dalam pencernaan dan kesehatan pada umumnya?

Serat Makanan Itu Apa?

Serat makanan, dikenal juga sebagai serat diet atau dietary fiber, adalah bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tersusun dari karbohidrat yang memiliki sifat resistan terhadap proses pencernaan dan penyerapan di usus halus manusia serta mengalami fermentasi sebagian atau keseluruhan di usus besar (Wikipedia). Ditinjau dari bentuknya, serat terbagi menjadi 2, yaitu serat tak larut air dan serat tidak larut air.

Serat larut air dalam perncernaan dapat membentuk massa serua dengan gel. Serat larut air mengalami fermentasi dalam pencernaan. Gas yang terbentuk akan membantu makanan melewati kolon. Jenis ini terdapat dalam oat, kacang polong, kacang-kacangan, dan buah-buahan, seperti apel, jeruk, pisang, wortel, dan lainnya.

Sedangkan serat tidak larut air tidak mengalami fermentasi, namun memperlancar gerakan peristaltik usus. rat tidak larut air dapat ditemukan dalam gandum, kacang-kacangan, seperti kacang hijau, sayuran, seperti bayam, kangkung, kembang kol, dan lain sebagainya.

Baik serat larut air maupun tidak larut, keduanya dapat meningkatkan massa dan volume feses dan melunakannya sehingga lebih mudah dikeluarkan saat BAB.

Mengapa feses yang cukup lunak ini penting? Sebab jika feses terlalu keras dapat terjadi konstipasi. Tekanan yang diperlukan untuk mendesask feses kelar mengakibatkan terjadinya kantung-kantung kecil pada dinding usus besar. Kantung kecil ini yang disebut dengan diverkula.

Jika diverkula ini terisi makanan, maka bakteri dapat mengubahnya menjadi asam dan menimbulkan gas. bakteri pada diverkula juga bisa menjadi penyebab infeksi pada usus.

Jika feses yang terjadi cukup lunak, maka tidak terjadi diverkula, sehingga bakteri tidak tumbuh. Pencernaan akan lebh sehat.

Serat Makanan Menurunkan Kolesterol

Data penelitian epidemologik menunjukan bahwa konsumsi serat makanan mempunyai korelasi negatif dengan penyakit jantung koroner, batu ginjal dan penyakit lain yang berkaitan dengan kolesterol.

Pengaruh ini paling dominan disebabkan komponen serat, yaitu polisakarida non tepung larut air, seperti pektin dan gum. Sedangkan serat yang tidak larut air mempunyai pengaruh yang lebih kecil. Konsumsi serat ini terbukti menurunkan kolesterol, yang nampak dari penurunan kadar LDL darah dan juga pada hati dan jaringan.

Penurunan koleserol ini, diduga, karena serat menghalangi siklus entero hepatik asam empedu. Dengan terhalangnya reabsorpsi asam empedu (karena diserap serat makanan) akan memaksa hati memproduksi asam empedu yang baru. Tentu untuk sistesis ini, hati akan menggunakan kolesterol persediaan di dalam hati ataupun jaringan.

Tapi penelitian in vitro dan in vivo menunjukan bahwa serat yang menyerap asam empedu seperti serat pada dedak, ternyata tidak menurunkan kadar kolesterol darah. Namun serat dari kacang-kacangan, dapat menurunkan kolesterol darah, meski serat makanan ini tidak menyerap asam empedu. Hal ini berarti ada mekanisme lain dari penurunan kolesterol oleh serat makanan, selain dari penyerapan asam empedu.

Serat Makanan Pada Diabetes

Pada penderita diabetes, jika terjadi penyerapan gula dengan cepat, maka kadar glukosa darah juga akan meningkat dengan cepat. Namun jika penyerapan ini dihambat, misalnya dengan adanya serat, maka karbohidrat akan diserap lebih lambat. Kadar glukosa darah tidak naik dengan drastis.

Serat yang dapat menghambat penyerapan karbohirat ini adalah serat larut air, terutama pektin dan gum. Efek hipoglikemik ini bukan saja karena menghambat penyerapan karbohidrat. Namun juga karena serat memperlambat pengososngan lambung sehingga akan merasa kenyang lebih lama. Selain itu juga memperpendek waktu transit di kolon sehingga waktu absorpsi menjadi lebih pendek.

Serat Makanan Dan Kanker

Konsumsi serat makanan yang cukup, ternyata, menurunkan resiko terjadinya kanker kolom. Hal ini dapat dijelaskan serat makanan mencegah terjadinya diverkula. Seperti diketahui, diverkula dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Ada teori yang menyatakan bahwa bakteri-bakteri tersebut dapat menghambat pemecahan zat-zat karsinogen penyebab kanker.

Teori lain juga menyatakan dengan pendeknya waktu transi makanan dalam kolon menyebabkan waktu kontak dengan karsinogen menjai lebih pendek sehingga kemungkinan terjadinya kanker juga mengecil.

Berapa Serat Makanan Yang Dibutuhkan?

Untuk orang Indnesia, kebutuhan serat berbeda-beda tergantung usia dan jenis kelamin. Kebutuhan serat makanan perhari dapat dinyatakan sebagai berikut:

  • Wanita usia 16-18 tahun membutuhkan serat sebesar 30 gram/hari, sedangkan pria membutuhkan 37 gram/hari.
  • Wanita usia 19-29 tahun membutuhkan serat sebesar 32 gram/hari, sedangkan pria membutuhkan 38 gram/hari.
  • Wanita usia 30-49 tahun membutuhkan serat sebesar 30 gram/hari, sedangkan pria membutuhkan 38 gram/hari.

Kebutuhan ini akan menurun pada usia lebih dari 49 tahun dan terus menurun mengikuti usia.

Itu garis besar kebutuhan serat perhari. Jelas sudah manfaat serat bagi kesehatan. Jadi bila ingin sehat, jangan lupa konsumsi serat makanan. Oke??

Teguh Is Winarno, apoteker di apotik Randukuning, Pati, Jawa Tengah. Senang menulis tapi lebih menyukai hari libur...

1 thought on “MANFAAT SERAT MAKANAN UNTUK KESEHATAN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *